Bagaimana Menyiasati Tanam Pohon di Lahan Sempit?

Bagaimana Menyiasati Tanam Pohon di Lahan Sempit?

18 May 2020

Kegiatan penghijauan memang penting untuk terus dilakukan, mengingat semakin bertambahnya kerusakan lingkungan seperti pencemaran udara dan air; menurunnya kualitas lingkungan; berbagai bencana alam seperti banjir, longsor, kebakaran hutan, serta krisis air bersih. Pohon dan tanaman mempunyai segudang manfaat bagi manusia maupun lingkungan. Pohon dan tanaman dapat mengurangi pencemaran udara, berperan penting dalam ketersediaan air bersih, mengendalikan suhu dan kelembaban, hingga pengendalian bencana alam. Oleh karena itu kita perlu terus-menerus menggalakkan penghijauan. Dengan penghijauan yang kita lakukan saat ini, akan mempunyai dampak besar di masa depan, terutama bagi kelangsungan generasi di masa mendatang. Kita juga bisa menggalakkan penghijauan dimanapun kita berada, pun jika pelaksanaannya adalah tanam pohon di lahan sempit.

Selengkapnya : Program Penghijauan Berkelanjutan untuk Indonesia

Daerah perkotaan merupakan daerah yang padat penduduk; banyak polusi baik polusi udara, polusi air, polusi tanah, juga polusi suara; rawan terjadi bencana banjir; penuh kemacetan; gersang, serta panas. Daerah perkotaan juga kurang akan adanya lahan terbuka hijau dikarenakan menjamurnya gedung-gedung bertingkat dan padatnya pemukiman penduduk. Hal inilah yang membuat daerah perkotaan perlu sekali menggalakkan penghijauan.

Tips Menyiasati Tanam Pohon di Lahan Sempit

Penghijauan Tetap Dapat Dilaksanakan di Lahan Sempit

Berbagai macam cara untuk penghijauan dapat dilakukan. Mulai dari menanam pohon di pesisir, di pinggir-pinggir jalan hingga menanam pohon ataupun tanaman  di halaman rumah. Melakukan penghijauan dengan menanam pohon di halaman rumah merupakan sebuah langkah kecil yang bisa kita lakukan. Menanam pohon di halaman rumah akan membuat udara di sekitar rumah menjadi lebih sejuk dan bersih, selain itu bisa membuat tampilan halaman rumah kita lebih cantik dan asri. 

Melakukan penghijauan di rumah memang terkesan mudah dilakukan, namun faktanya tak semua orang memiliki lahan yang cukup untuk melakukannya. Di daerah perkotaan banyak diantara kita yang memiliki halaman sempit, bahkan ada pula yang tidak memiliki halaman. Lantas apakah tetap bisa melakukan penghijauan jika lahan yang kita miliki sempit? Jawabannya adalah bisa. Ada berbagai macam tips penghijauan di lahan sempit yang bisa kita pilih.

  • Vertikultur

Selama ini kita mungkin berpikiran bahwa penghijauan hanya bisa dilakukan pada lahan mendatar sehingga memerlukan lahan yang cukup luas. Padahal kita bisa melakukan penghijauan secara vertikal atau sering disebut vertikultur. Vertikultur cocok diterapkan di lahan sempit, karena tujuan dari vertikultur sendiri yaitu memanfaatkan lahan yang sempit secara optimal. Kita yang tinggal di daerah perkotaan dan tidak memiliki lahan yang cukup untuk bercocok tanam serta melakukan penghijauan bisa  mencoba menggunakan teknik ini. Saat ini sendiri banyak orang terutama di daerah perkotaan yang menggunakan teknik ini. 

Tanaman yang cocok untuk vertikultur yaitu tanaman yang umurnya tidak panjang seperti beberapa sayuran layaknya sawi, terong, cabai, kangkung, seledri, dan lain sebagainya. Media tanam yang digunakan pada vertikultur sebaiknya adalah campuran antara tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1 yang dicampur hingga merata. Untuk wadah sendiri kita bisa menggunakan berbagai wadah selain pot, misalnya saja pipa, terpal bekas, hingga botol bekas. Modelnya pun beragam mulai dari gantung, tempel, hingga rak.

  • Tabulampot

Kita dapat memanfaatkan lahan sempit untuk penghijauan dengan menggunakan tabulampot. Tabulampot merupakan singkatan dari tanaman buah dalam pot. Tanaman buah umumnya memiliki ukuran yang besar. Namun dengan tabulampot ini tinggi dan kedalaman akar pada tanaman sudah diatasi, sehingga lahan yang sangat sempit pun dapat ditanami tanaman buah. Tidak hanya hemat tempat, tabulampot juga bisa dipindah-pindah dengan mudah. Kita bisa memindahkan pot sesuka hati tanpa harus khawatir merusak tanaman. Tanaman tabulampot sendiri memiliki manfaat yang sama dengan tanaman pada umumnya. Manfaatnya yaitu sebagai tempat produksi oksigen, penyaring udara dari polusi udara, menurunkan suhu udara, juga sebagai sumber pangan.

Hampir semua jenis tanaman buah dapat dibuat tabulampot, namun tidak semuanya bisa menghasilkan buah. Meskipun dapat tumbuh subur, jenis-jenis tanaman tertentu tidak bisa berbuah dalam lingkungan tabulampot. Tanaman yang dapat berbuah dengan mudah dalam tabulampot yaitu jeruk, sawo, mangga, jambu biji dan jambu air. Media tanam yang biasa digunakan dalam yaitu campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1. Untuk pot yang digunakan adalah pot biasa seperti yang dijual di pasaran, ketentuannya pot yang digunakan disesuaikan dengan ukuran tanaman. Tabulampot sebaiknya dimulai dari ukuran pot yang kecil, sehingga apabila tanaman semakin besar pot bisa diganti, sekaligus sebagai penanda untuk meremajakan media tanam.

  • Memanfaatkan Rooftop

Apabila kita memiliki rumah dua lantai atau lebih, bagian rooftop bisa kita manfaatkan untuk penghijauan. Taman di bagian rooftop ini biasa disebut dengan roof garden.  Roof garden mampu meredam panas matahari yang masuk ke dalam rumah, sehingga rumah akan terasa lebih sejuk dan secara tidak langsung juga dapat membantu mengurangi pemanasan global. Roof garden bisa dijadikan pula sebagai tempat bersantai di rumah. Kita bisa menanam tanaman dengan ukuran kecil seperti sayur, tanaman hias, bahkan tanaman buah. Untuk teknik penanamannya bisa menggunakan hidroponik, aeroponik, vertikultur, dan tabulampot. 

  • Kokedama

Kokedama merupakan sebuah metode menanam dari Negeri Sakura, Jepang. Dalam bahasa Jepang koke berarti lumut, sedangkan dama berarti bola. Teknik menanam ini unik, karena tidak membutuhkan pot. Dalam kokedama akar tanaman dibungkus menggunakan tanah dan lumut kering sehingga berbentuk bulat. Lumut dalam kokedama bisa diganti dengan sabut kelapa jika kita merasa kesusahan dalam membuatnya. Tanaman yang cocok untuk kokedama yaitu jenis pakis, sukulen, lidah mertua, dan begonia. Pada prinsipnya tanaman yang cocok untuk dibuat kokedama adalah tanaman yang akarnya kecil. Kokedama hadir sebagai solusi untuk kita yang ingin melakukan penghijauan namun terhalang keterbatasan lahan.

Untuk perawatan kokedama sendiri termasuk mudah. Kita bisa merendamnya selama satu menit setiap tiga hari sekali sehari. Jadi tidak perlu direndam air setiap hari karena tidak banyak membutuhkan air untuk bisa bertahan hidup. Selain itu, menempatkan kokedama pada sudut yang terkena sinar matahari membantu pertumbuhan dan menjaga tanaman agar tetap segar. Namun, jangan sampai terkena sinar matahari langsung karena tanaman-tanaman kokedama kebanyakan tidak tahan dengan sinar matahari secara langsung. (Artikel Kolaborasi Intan Widianti Kartika Putri dan Nisyya Izzatin Naila / Ecolify)

Ecolify merupakan platform konservasi lingkungan yang akan menghubungkan perusahaan, komunitas, organisasi, brand hingga individu, untuk bersama menghijaukan Indonesia dengan prinsip keberlanjutan dan transparansi. Kami akan selalu membuka peluang kolaborasi dan membantu meningkatkan inisiatif Tanggung Jawab Perusahaan anda. Mari, bersama menghijaukan Indonesia karena Bumi layak mendapatkan pemulihan terbaik dari inisiatif kolaborasi penduduknya. https://ecolify.org/getintouch

 

 


Kategori

Lihat Cerita Lainnya

Ecolify.org For Future Worth Living
Ecolify.org For Future Worth Living Ecolify.org For Future Worth Living

Ecolify adalah platform yang memudahkan organisasi, instansi dan perusahaan untuk menjalankan projek sosial penanaman pohon secara transparan dan berkelanjutan.

Hubungi kami

email:
admin[at]ecolify.com

wa / phone:
+62 813 9093 4705

location:
Jalan Lempongsari 1 No. 405, Semarang, Indonesia

legal info:
Keputusan MENKUMHAM NOMOR AHU-0003033.AHA.01.04.

Ikuti Kami

Ecolify.org For Future Worth Living     Ecolify.org For Future Worth Living     Ecolify.org For Future Worth Living

LindungiHutan c 2020 - made with conscience "for a future worth living"